Postingan

VOX POPULI VOX DEI

Gambar
VOX POPULI VOX DEI (Sebuah Catatan Lepas Menyongsong Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2017) Oleh : Oceph Namang Pemilihan umum Kepala Daerah serentak di beberapa wilayah Negara Republik Indonesia khususnya di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Kota Kupang, Kabupaten Flores Timur, dan Kabupaten Lembata) tinggal hitungan hari. Setiap kandidat berlomba-lomba mencari simpati dan menggaet hati pemilih dengan berbagai teknik dan trik. Saling serang antara tim sukses di berbagai media komunikasi menjadi hal lumrah. Semua calon maju dengan jargon politiknya masing-masing. Di mana-mana ada saling klaim basis massa pendukung. Setiap rumah pemenangan mulai putar otak menyusun strategi untuk memenangkan jagoannya masing-masing. Hajatan Pemilukada telah di depan mata. Dalam hitungan hari, masyarakat akan menentukan pilihannya terhadap siapa yang dinilai pantas untuk menjadi pemimpinnya, yang sanggup memimpin dan membawa mereka keluar dari gurita kemiskinan yang menjerat mereka sel...

KARTINI Vs SISI GELAP PEREMPUAN INDONESIA

KARTINI Vs SISI GELAP PEREMPUAN INDONESIA ( Sebuah Catatan Pinggir di Hari Kartini) Oleh : Oceph Namang *Penulis adalah alumnus STFK Ledalero, mengajar di SMA PGRI Lewoleba - Lembata “ Di belakang lelaki yang kuat selalu ada wanita yang hebat ”. Pepatah sederhana ini mau menegaskan urgensitas peran perempuan dalam kehidupan di dunia. Akan tetapi, ketika kita mencoba untuk meneropong jauh ke belakang, kita akan menemukan bahwa perempuan sempat mengalami masa kelam dan menjadi catatan hitam dalam sejarah. Terhitung ribuan tahun yang lalu ketika manusia sangat minim nilai dan norma, perempuan dijadikan komoditas yang diperdagangkan. Mereka dipaksa menjadi pemuas hasrat orang-orang yang memang tidak berpendidikan. Sebagai seorang istri, wanita pada saat itu biasa ditukar dengan wanita lain untuk memuaskan hubungan seks dan terhindar dari rasa bosan (Supriyadi, 2008). Hak-hak mereka dirampas, harga dirinya diinjak dan dilupakan. Masa-masa yang sulit bagi kaum Hawa di Indonesia ...

DISKRIMINASI KAUM PEREMPUAN SEBAGAI SEBUAH UPAYA PEMBAKUAN PERAN GENDER

Gambar
DISKRIMINASI KAUM PEREMPUAN SEBAGAI SEBUAH UPAYA PEMBAKUAN PERAN GENDER (Sebuah Refleksi Atas Minimnya Keterwakilan Kaum Perempuan dalam Kepemimpinan Publik) Oleh: Oceph Namang *Penulis adalah Alumnus STFK Ledalero; Mengajar di SMA PGRI Lewoleba-Lembata Memerangi ketidakadilan sosial sepanjang sejarah kemanusiaan selalu menjadi tema menarik dan tetap akan menjadi tema penting dalam setiap pemikiran dan konsepsi tentang kemasyarakatan di masa mendatang. Sejarah manusia dalam memerangi ketidakadilan sosial telah melahirkan analisis dan teori sosial yang hingga saat ini masih tetap berpengaruh dalam membentuk sistem kemasyarakatan umat manusia. Dari berbagai gugatan terhadap ketidakadilan tersebut, terdapat satu analisis yang mempertanyakan ketidakadilan sosial dari aspek hubungan antar jenis kelamin. Analisis yang dimaksud adalah analisis gender, suatu analisis yang menjadi alat bagi gerakan feminisme. Gerakan untuk memerangi ketidakadilan sosial ini sudah sejak l...

MENGEKSPLORASI DIRI DENGAN BAHASA UNTUK MENUMBUHKAN BUDI PEKERTI

Gambar
MENGEKSPLORASI DIRI DENGAN BAHASA UNTUK MENUMBUHKAN BUDI PEKERTI (Sebuah Catatan Lepas Kegiatan Pekan Bahasa SMA PGRI Swasthika Lewoleba) Oleh : Oceph Namang *Alumnus STFK Ledalero, Tinggal Di Lewleba- Lembata-NTT Gerakan Penumbuhan Budi Pekerti (GPBP) sebagaimana tertuang dalam Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015 mendorong agar semua pelaku pendidikan memiliki budi pekerti.  Kementrian Pendidikan secara sengaja merancang pertumbuhan budi pekerti sebagai gerakan. Untuk itu, dunia pendidikan harus berpartisipasi aktif dan menjaga kondisi yang cukup operatif dengan memberikan apresiasi terhadap kebiasaan-kebiasaan baik peserta didik agar dapat mengalami pertumbuhan yang berarti. Upaya penumbuhan budi pekerti terjadi lewat peningkatan kemampuan literasi. Kemampuan literasi tidak hanya terbatas pada membaca dan menulis, tetapi lebih dari pada itu yakni mencakup keterampilan berpikir menggunakan sumber-sumber pengetahuan dalam bentuk cetak, visual, digital, dan aud...

PENDIDIKAN DALAM KELUARGA : LANDASAN PEMBENTUKAN KARAKTER

Gambar
PENDIDIKAN DALAM KELUARGA : LANDASAN PEMBENTUKAN KARAKTER Oleh : Oceph Namang * Alumnus STFK Ledalero, Tinggal di Lewoleba- Lembata NTT Keluarga merupakan lembaga dasar dan pertama dalam proses pendidikan dan sosialisasi terhadap seorang anak. Keluarga memainkan peran yang sangat fundamental dalam proses perkembangan dan pertumbuhan pengetahuan dan kepribadian setiap individu. Keluarga merupakan lingkungan budaya yang paling pertama dan utama dalam menanamkan norma dan mengembangkan berbagai kebiasaan dan perilaku yang penting bagi kehidupan pribadi, keluarga, dan masyarakat. Dalam sosiologi, keluarga menjadi agen sosialisasi primer bagi setiap individu karena dari dalam keluarga setiap individu berasal. Oleh karena itu, tidak dapat dipungkiri bahwa keluarga sangat berperan dalam menentukan kelangsungan hidup dan kepribadian seseorang. Maka tidaklah mengherankan jika dinamika kehidupan praksis keluarga seringkali mendapat atensi dari berbagai kalangan. Pada intinya...

HUMAN TRAFICKING; SIAPA YANG SALAH

Gambar
HUMAN TRAFICKING; SIAPA YANG SALAH? (Sebuah Refleksi di Balik Maraknya Perdagangan Manusia di NTT) Oleh : Oceph Namang *Alumnus STFK Ledalero, Tinggal di Lewoleba NTT : Darurat Human trafficking Perdagangan manusia ( Human trafficking ) menjadi salah satu isu hangat dalam tataran nasional dan local dalam beberapa waktu belakangan. Dalam tataran Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) isu ini menjadi lebih hangat lagi dengan kematian-kematian para tenaga kerja asal wilayah NTT di daerah perantauan. Hal ini didisnyalir sebagai akibat dari perdagangan manusia yang lagi marak di wilayah NTT dalam beberapa waktu terakhir. Di mana sudah begitu sering pihak-pihak berwajib menggagalkan usaha orang-orang tidak bertanggung jawab yang ingin mengirim tenaga kerja ke luar negeri tanpa tanggung jawab. Mencermati maraknya perekrutan tenaga kerja secara illegal untuk dipekerjakan di luar negeri ini, maka sebagian elemen masyarakat kemudian melabeli NTT sebagai propinsi darurat perdagangan...