FILSAFAT BERKEBUN MASYARAKAT LAMAHOLOT DAN MANGGARAI
FILSAFAT BERKEBUN MASYARAKAT LAMAHOLOT DAN MANGGARAI I. Pendahuluan Tanah sudah menjadi aktor penting dalam lingkaran kesejahteraan kehidupan manusia. Bersamanya manusia berkreasi dan bekerja keras yang nyata dalam kegiatan berkebun atau bercocok tanam. Dari kebun manusia memperoleh makanan yang bermanfaat bagi kelanggengan kehidupannya. Oleh karena itu, tidak mengherankan kalau manusia dengan segala kemampuannya memberikan perhatian besar pada hal yang teramat penting ini. [1] Masyarakat Lamaholot dan Manggarai misalnya memiliki kekhasan tersendiri dalam soal memberikan perhatian terhadap tanah. Mereka memiliki sejumlah ritus yang dilaksanakan dalam kaitananya dengan cara mengolah tanah atau ladang mereka. Pada dasarnya kekhasan itu lahir dari suatu mitos yang melatarbelakangi pelaksanaan dan perkembangan satu tata laku dalam kehidupan masyarakat Lamaholot (dalam hal ini cara berkebun dan mengolah tanah). Dalam kerangka seperti ini pula ...

Komentar